Prosedur Karya Tulis Ilmiah – Akfar Nusaputera
All for Joomla All for Webmasters

Prosedur Karya Tulis Ilmiah

Karya Tulis Ilmiah (KTI) adalah laporan ilmiah yang ditulis mahasiswa berdasarkan minat/keahlian tertentu di bidang farmasi melalui studi kasus, penelitian di laboratorium dan atau lapangan yang harus dikerjakan oleh mahasiswa sebagai syarat kelulusan dan pemerolehan gelar Ahli Madya (A.Md) di bidang farmasi. Untuk mengerjakan KTI, mahasiswa antara lain harus mengikuti ketentuan akademik dan administratif sebagai berikut :

a.    Bobot Kredit KTI adalah 4 SKS

b.    Pengajuan Proposal KTI dapat dilakukan oleh mahasiswa setelah yang bersangkutan menyelesaikan 80 SKS tanpa nilai E.

c.    Topik KTI merupakan kajian aktual dan bersumber pada permasalahan yang relevan dengan bidang farmasi. Topik yang dapat diplih meliputi lima (5) bidang keilmuan, yakni : Biologi Farmasi, Teknologi Farmasi, Kimia Farmasi, Farmakologi dan Farmasi Klinik serta Manajemen Farmasi dan Farmasi Sosial.

d.    Mekanisme pengajuan KTI disosialisasikan oleh Panitia KTI pada awal Semester lima (V) dan selanjutnya proposal KTI paling lambat diterima Panitia sebelum pelaksanaan pembekalan PKL dimulai.

e.    Pembimbing KTI dapat dipilih mahasiswa sesuai dengan kuota dan bidang ilmu yang relevan dengan topik KTI.

f.    Persyaratan dan Prosedur Ujian KTI

1)    Persyaratan Ujian KTI meliputi :

  • mahasiswa menyerahkan naskah KTI yang telah disetujui oleh Dosen Pembimbing untuk diujikan;
  • mahasiswa telah mencantumkan mata kuliah KTI dalam KRS;
  • mahasiswa telah lulus semua mata kuliah yang disyaratkan kecuali PKL;
  • mahasiswa memenuhi persyaratan administrasi yang meliputi kartu tanda mahasiswa, bukti lunas uang SKS, operasional dan SPI, tidak ada tanggungan Alat dan Bahan di Laboratorium serta bebas peminjaman buku di perpustakaan.
  • IP Kumulatif minimal 2,0.
  • Mata kuliah PKL telah dicantumkan dalam KRS.

2)    Prosedur Ujian KTI

  • Panitia KTI akan memasang Jadwal Ujian KTI beserta pembimbing paling lambat 14 hari setelah pelaksanaan Ujian Komprenhensif tertutup PKL.
  • Mahasiswa menyerahkan persyaratan Ujian KTI kepada panitia KTI sebelum tanggal sidang KTI

g.    Aspek yang dinilai pada Ujian KTI yaitu : Judul dan Substansi, Kajian Pustaka, Metodologi Penelitian, Teknik Penulisan, Analisis dan Pembahasan, Presentasi dan Tanya Jawab.
h.    Hak dan Kewajiban Penguji dan Yudisium.

  1. Penguji memiliki otoritas untuk memutuskan kelulusan mahasiswa yang menempuh ujian.
  2. Tiap penguji berhak memberikan catatan perbaikan terhadap hasil evaluasinya dan mahasiswa wajib mematuhinya.
  3. Yudisium diputuskan melalui dewan penguji yang dipimpin oleh Ketua Penguji.
  4. Hasil ujian diputuskan lulus dan tidak lulus. Dalam hal lulus, bisa lulus tanpa revisi dan lulus dengan revisi. Batas waktu untuk revisi adalah hingga 2 minggu.
  5. Jika sampai batas waktu yang ditentukan revisi belum/tidak dilakukan, mahasiswa wajib menempuh ujian ulangan tentang materi yang sudah direvisi atau menempuh ujian dengan prosedur baru.
  6. Mata kuliah KTI yang belum lulus tidak menjadi unsur pembagi dalam penghitungan Indeks Prestasi pada semester yang bersangkutan.

i.    Mahasiswa dikatakan lulus mata kuliah KTI apabila mendapatkan nilai minimal B dan tealah revisi dibuktikan dengan tanda tangan Pembimbing Penguji pada Laporan KTI
j.    Pengesahan
KTI yang sudah dipertahankan di hadapan sidang ujian harus disahkan oleh Pembimbing, Penguji dan mengetahui Direktur dengan membubuhkan tanda tangan disertai nama dan Nomor Induk Pegawai (NIP) pada Halaman Pengesahan. Pada halaman ini dicantumkan juga nama dan Nomor Induk Mahasiswa serta judul karya ilmiah tersebut.