Seminar Nasional Tradisional Medicine For Health Service Improvement and Better Life Dalam Rangka Dies Natalies ke 8 Akademi Farmasi Nusaputera – Akfar Nusaputera
All for Joomla All for Webmasters

Seminar Nasional Tradisional Medicine For Health Service Improvement and Better Life Dalam Rangka Dies Natalies ke 8 Akademi Farmasi Nusaputera

Seminar Nasional Tradisional Medicine For Health Service Improvement and Better Life yang diselenggarakan oleh Akademi Farmasi Nusaputera di Hotel Aston Semarang Jalan Mt Haryono No 1 Purwodinatan dihadiri sekitar 400 peserta dari mahasiswi mahasiswa di bidang farmasi dan Tenaga kesehatan baik itu Apoteker maupun Tenaga Teknis Kefarmasian di rumah sakit di Jateng.

Seminar Nasional dengan tema obat traDSC_0496_kecildisional yang dimulai pukul 07.00 WIB hingga 13.00 WIB diisi oleh empat pembicaraan yang berkaitan dengan tema seminar, adapun pembicara di acara tersebut , Drs. Agus Tri Cahyo., M.Si., Apt. Sekretaris Kepala Dinas Kes Prov JATENG, Suriyanto, S.Farm.,Apt dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional ( B2P2TO-OT), dr, Salmah Alaydrus praktisi kesehatan dari PT. Satya Varia, dan Yithro Serang, M.farm., Apt Dosen Akademi Farmasi Nusaputera.

Materi legalitas penggunaan obat tradisional dalam upaya peningkatan pelayanan kesehatan, analisis obat tradisional untuk menjamin mutu, khasiat dan keamanannya baik untuk pengobatan maupun pelayanan kesehatan, dan obat tradisional sebagai alternatif terapi menjadi materi pokok dalam seminar tersebut.
Satu diantara peserta Nisa Maulana (25) yang bekerja di Rumah Sakit Tk.IV Tegal sangat mengapresiasi seminar yang bertema obat tradisional tersebut.

Dikatakannya seminar yang diadakan Akademi Farmasi Nusaputera Semarang tersebut sangat mengedukasi bagi mahasiswa, mahasiswi dan para pekerja yang berhubungan dengan dunia farmasi, Minggu (10/9).

“Saya baru tahu ternyata regulasi obat tradisional terus digodok dalam upaya meningkatkan peningkatan pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Nisa juga sependapat dengan apa yang disampaikan oleh pembicara seminar, dengan meningkatkan mutu, khasiat dan keamananan obat tradisional dipastikan dunia kesehatan akan mengalami kemajuan.

“Karena kebanyakan obat tradisional bahan dasarnya dari Indonesia, jika dikelola dengan baik pastinya akan membuat dunia kesehatan terutama farmasi di negara ini bertambah maju,” terang wanita 25 tahun tersebut.

Tak hanya memajukan dunia farmasi, dikatakan ketua panitia penyelenggara seminar, Nurista Dida Ayuningtyas, M. Sc., Apt. Bahan obat tradisional banyak ditemukan di Indonesia, namun masih kurang dikembangkan, hal tersebut membuat pihaknya mengangkat tema obat tradisional didalam seminar.

“Kenapa kami mengangkat tema obat tradisional, karena di Akademi Farmasi Nusaputera memiliki kurikulum penciri yaitu Bahan Alam serta materi mengenai pengobatan tradisional menjadi satu diantara materi pembelajaran,” tuturnya.DSC_0489_kecil

Diharapkan setelah seminar berakhir para mahasiswa dan mahasiswi ataupun Tenaga Kesehatan yang mengikuti kegiatan seminar ini teredukasi.

“Kami berharap peserta bisa teredukasi, dan untuk mahasiswa mahasiswi kami setelah lulus dari Akademi Farmasi Nusaputera dapat membuka lapangan pekerjaan secara mandiri di bidang obat tradisional misalnya membuat kafe jamu, agar masyarakat yang sakit tidak selalu datang ke apotik tapi bisa mencari obat tradisional dengan datang ke kafe jamu” terangnya.

Nurista menambahkan seminar dengan tema obat tradisional tersebut menjadi penutup rangkaian acara dies natalis ke 8 Akademi Farmasi Nusaputera.

“Seminar ini sebagai penutup rangkaian dies natalis kami yang dimulai pada tanggal 2 September, tidak hanya seminar tapi ada juga kegiatan bakti sosial seperti pengobatan gratis dan bantuan ke panti asuhan anak cacat ganda. Kegiatan lomba untuk SMA/SMK Farmasi juga kami selenggarakan salah satunya lomba kreasi olahan makanan dan minuman herbal,” imbuhnya.

Adapun Sekertaris Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Agus Tri Cahyono yang datang dan menjadi pembicara dalam seminar berharap obat tradisional tidak hilang di dunia kesehatan.

Turut disampaikannya upaya-upaya pemerintah terkait legalitas penggunaan obat tradisional dalam peningkatan kesehatan.

“Pemerintah sudah menetapkan UU no 36 tahun 2009 tentang kesehatan, UU no 51 tentang pekerjaan kefarmasian, UU no 103 tahun 2014 tentang pelayanan kesehatan tradisional dan yang terbaru Permakes RI no 61 tahun 2016 tentang pelayanan kesehatan tradisional. Semua itu untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan dengan obat tradisional,” ujarnya.

Pihaknya berharap obat tradisional jangan sampai hilang, karena peranannya sangat penting bagi dunia kesehatan.

“mari bersama-sama kita dorong agar obat tradisional terus maju karena obat tradisional merupakan satu diantar produk unggulan yang berasal dari negara kita sendiri,” pungkasnya.

Leave A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: